Selasa, 18 Oktober 2011

PELAJARAN MATEMATIKA MENGAPA TIDAK DISUKAI?

      Para pelajar mulai tingkat SD, SMP sampai SMA bila ditanya mata pelajaran apa yang tersulit, sudah pasti jawabnya matematika. Itu jawaban anak sekolah masa kini di mana pun, tidak terkecuali di kota besar sekalipun.
      Buktinya, pada ujian nasional kemarin, kita menyaksikan anak-anak sekolahan di kota besar pun yang cukup fasilitas dan pengajarnya, banyak pelajar yang berteriak-teriak histeris, karena tidak lulus. Padahal, itu di kota,bagaimana dengan pelajar di daerah-daerah kecamatan? Jangan tanya matematika, akh! Itu sesuatu yang menakutkan, susah untuk dikuasai  dan puyeeeeeng!
     Terus terang penulis sendiri tidak suka dengan pelajaran yang satu ini, namun penulis ingin mencoba objectif. Penulis mengakui bahwa matematika sangat penting bagi manusia/kehidupan dan mesti dikuasai oleh anak-anak sekolah, apalagi yang punya cita-cita tinggi, ekstrimnya mungkin wajib.
      Sadar atau tidak, dengan matematika banyak yang tercipta. Namun yang menarik dan istimewa di mata penulis (yang awam matematika), pelajaran matematika telah membentuk karakter manusia. 
       Mengapa? Orang-orang yang pintar atau mampu mengerjakan soal-soal matematika setelah menyelesaikan pendidikkannya dan ada di masyarakat, mereka lebih bisa berpikir logis, praktis, cermat, mampu memutuskan suatu masalah dengan cepat dan tepat. Mudah menemukan inti persoalan karena tidak suka berputar-putar/berbelit-belit. Umumnya mereka juga bisa masuk perguruan tinggi bermutu dan banyak di antaranya ada di tempat/jabatan yang terhormat di masyarakat.
         Hingga pernah suatu kali penulis punya asumsi sebenarnya bila orang ingin sukses di masa depan, kuasailah dulu ilmu agama, matematika, fisika dan kimia di sekolah. Sayangnya matematika tidak cukup dicintai di negeri ini. Tak heran bila iptek kita kedodoran dan kalah oleh negara lain.  
           Apabila matematikanya saja payah maka fisika dan kimia juga tentu susah. Sebab, kedua ilmu itu pun tak lepas dari perhitungan-perhitungan dan rumus-rumus.
Mengapa tidak disukai? 
           Mengapa matematika tidak di sukai, menurut penulis disebabkan beberapa hal. Pertama, harus ditelusuri dari awal dulu betapa pelajaran matematika sejak mulai masuk sekolah dasar sudah dipandang sebelah mata oleh murid-murid sebagai pelajaran yang rumit, sulit dan dijauhi.
         Jangan heran bila sampai jenjang SMP kemudian SMA pun si anak akan takut/menemui kesulitan bila berhadapan dengan pelajaran matematika. Karena, isi matematika akan semakin kompleks, banyak, luas, rumit selain berhubungan terus menerus dengan pelajaran yang diajarkan sebelumnya.
         Kedua, diperparah lagi ada sugesti umum di kalangan pelajar SMP dan SMA dari zaman penulis sekolah. Walaupun tidak semua, guru-guru matematika sepertinya "seram", kaku, tak ada humornya, malah suka dicap, the killer karena galakdan suka marah-marah.
         Dua masalah diatas kiranya perlu mendapat perhatian serius. Sejak dini atau mulai masuk pendidikan dasar, anak-anak harus diajak mencintai matematika seperti halnya mencintai menggambar, membaca, menyanyi atau olah-raga. Ini tentu tugas para ahli matematika yang ingin melihat negeri ini maju untuk memikirkannya, supaya matematika dicintai anak usia 6 - 12 tahun.
        Agar matematika lebih menarik, gambar-gambar di buku panduan sebaiknya lebih banyak dan lebih warna-warni. Kalau perlu dilengkapi alat peraga nyata, misalnya bagaimana bentuk kubus, segi tiga, bujur sangkar, trapesium. Gambar-gambar itu tidak hanya tercantum di buku panduan agar anak-anak seusia SD lebih tertarik. Mengingat, selama ini peljaran matematika dianggap rumit dan sulit penuh simbol A,B,C,D dan seterusnya, angka-angka dan rumus-rumus saja.
        Masalah opini para pelajar SMP dan SMA bahwa matematika itu sulit harus menjadi kewajiban para guru matematika untuk menghilangkan kesan itu. Sebab, boleh jadi pelajaran matematika yang terkenal sulit itu bisa ditundukan oleh para pelajar, selain oleh kerja keras pelajar itu dengan mau menghapal sendiri di rumah, tetapi juga ditambah adanya hubungan suasana harmonis antara anak didik dan gurunya selama proses belajar mengajar di kelas. ***  (oleh :Asep Sulaepin)  artikel ini telah diterbitkan di surat-khabar 'Pikiran-Rakyat' 25 Juli 2006.
        

Senin, 26 September 2011

PENDIDIKAN DASAR


            Dunia pendidikan selalu menarik perhatian. Maklum karena pendidikan punya peranan penting dalam maju-mundurnya suatu bangsa.
            Maka telah menjadi sesuatu yang biasa, apabila selalu ada perbaikan/penyempurnaan-penyempurnaan baik itu: kurikulum pendidikan, penyediaan buku-buku pelajaran, pendidikan mutu guru-guru pengajar, sampai perbaikan sarana sekolah. Semua itu adalah upaya agar menghasilkan anak-anak sekolah yang berprestasi.
            Seperti sudah banyak di pahami oleh para akhli pendidikan dan mungkin tak seorang pun bisa menolak pendapat, jika pendidikan dasar seperti di sekolah dasar (SD) sangatlah penting bagi seseorang untuk melangkah maju menuju ke pendidikan yang lebih tinggi lagi seperti SMP lalu SMU sampai ke Perguruan Tinggi.
            Di sekolah dasar seorang anak mulai benar-benar di bentuk dan di arahkan lewat bimbingan para pengajarnya, baik pendidikan Rohani maupun pendidikan Jasmaninya.
            Pendidikan rohani: mencakup etika/kepribadian, bagaimana cara sopan-santun kepada orang-tua, guru, teman sekolah dan sopan-santun di lingkungan/rumahnya, semua diajarkan lewat Pendidikan Agama. Sedang pendidikan Jasmani adalah upaya bagaimana setiap anak tumbuh sehat dan kuat selain cerdas melalui Pelajaran Olah-Raga. Kemudian pola pikirnyapun di asah, bagaimana mulai diajarkan cara membaca, berhitung, melukis, menghapal pelajaran, dsb.
            Dari sekolah dasar pula mulai bisa di pilah, mana anak yang benar-benar di sebut anak yang baik budi pekertinya, pandai karena bisa memecahkan soal-soal hitungan atau menggambar bagus dan unik, pemberani karena selalu siap di suruh tampil di depan kelas atau anak bodoh dan lamban.
            Tak heran bila kini banyak para orang tua yang  memasukkan anak-anaknya yang berusia 3-4tahun ke sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD), sebelum menyekolahkannya ke Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) atau ke Sekolah Dasar (SD).Tujuannya agar ketika masuk TK atau SD anak telah siap dan terbiasa dengan pembelajaran sekolah serta ketika lulus dari Sekolah Dasar (SD) mendapat nilai yang bagus.
            Bahwa pendidikan dasar di SD itu amatlah penting di perhatikan. Bersekolah  dimana?dan juga mutu pendidikannya? Akan dapat pula menentukan seseorang kedepannya nanti,  sepertii di ungkapkan  oleh bapak pengajar Sekolah Dasarnya Obama, itu Presiden Amerika Serikat sekarang  ketika belajar di SD Negri I Menteng-Jakarta, dalam sebuah wawancara televisi swasta Indonesia beberapa tahun lalu, saat sebelum Obama jadi presiden.
                Menurut beliau: Ketika di SD dulu Obama kecil sudah paling berani maju ke depan klas .Ia sudah menonjol, pintar, ke ingin tahuannya yang banyak, punya hobby menggambar super-hero.Barack Obama di sekolah dasar sudah terlihat kelebihan-kelebihannya.
                Intinya, hal yang amat positif dengan tumbuhnya suburnya di berbagai tempat kegiatan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemudian Sekolah Dasar (SD) perlu di perhatikan lebih baik lagi, baik sarana maupun mutunya. Tidak berlebihan bila gedung SD di desa-desa pun, selain punya perpustakaan di lengkapi sarana olah-raga yang memadai juga. Untuk melahirkan anak-anak yang selain pintar, cerdas juga berbadan sehat. TITIK.

_______________


BASIC EDUCATION
            
The world of education has always attracted attention. Understandably because education has an important role in the advance-decline of a nation.
            
Then it has become something normal, when there are always fixes / improvements in both were: curriculum education, provision of textbooks, educational quality of teachers, lecturers, to repair school facilities. All these are efforts to produce children's school achievement.
            
As is well understood by many in the education expert and perhaps no one can reject the opinion, if basic education in primary schools (SD) is very important for one to move forward toward a higher education such as junior high and high school to university .
            
On the basis of a child starting school is really in shape and are directed through the guidance of the teachers, both Spiritual education and physical education.
            
Spiritual Education: includes ethics / personality, how polite to parents, teachers, school friends and manners in the neighborhood / home, all taught through Religious Education. Physical education is an effort being how each child grow up healthy and strong than smart through Sports-Sports Lessons. Then the pattern pikirnyapun in teasers, how to begin to be taught how to read, math, painting, memorizing lessons, etc..
            
From elementary school can also start in sorting, where the child is actually called the child a good mind and character, clever because it can solve problems or draw a matter of great and unique, brave because it is always ready in the order appearing in front of the class or child stupid and slow.
            
No wonder that today many parents who put their children aged 3-4tahun to school Early Childhood Education (early childhood), send her to school to school before kindergarten (kindergarten) or to the Primary School (SD). The goal is that when entered kindergarten or elementary school child is ready and familiar with school learning and when he graduated from elementary school (SD) gets good grades.
            
That basic education in primary schools is very important in the note. School where? And also the quality of education? Will be able to also determine a person's future later, sepertii were dictated by the school teachers are basically Obama's father, then President of the United States is now studying in elementary school Menteng, Jakarta, in an Indonesian private television interview several years ago, before Obama became president.
                
According to him: When Obama was in elementary school was the most daring small forward class. He was outstanding, smart, to want a lot of curiosity, have a hobby of drawing super-hero.Barack Obama in the primary school was seen as strengths.
                
In essence, it is very positive with the growing proliferation in various places of the School of Early Childhood Education (early childhood). Later Elementary School (SD) needs to look better yet, both the means and quality. No exaggeration when primary school buildings in the villages were, in addition to a library equipped sports facilities are also adequate. To give birth to children who in addition to smart, intelligent well bodied. STOP.
_______________

Sabtu, 24 September 2011

LUWUK OH LUWUK BANGGAI ......................................



Kota yang terhampar di pinggir pantai
berombak kecil susul-menyusul berantai
dengan pohon nyiur melambai-lambai
lautnya biru begitu damai
di kaki bukit hijau nan landai
bila malam ..............
gemerlap lampu kota amat permai
berhias kerlap-kerlip pelita perahu nelayan pencari ikan
dibawah sana
di laut luas nan sunyi ...........


......... ooooh,  masih adakah?
kilo lima di bawah sana ..............tempat mandi di pantai      atau
kilo tiga di atas sana  ................  tempat bakar milu (jagung)
sungguh indah kotamu kawan!!!
bagai Hongkongnya P. Sulawesi.

PENGALAMAN KE KOTA LUWUK - BANGGAI 30 TAHUN LALU





          Beberapa hari yang lalu saya iseng untuk melihat-lihat mengenai profil kota-kota di Indonesia melihat bagaimana gambar dan petanya pada internet, sampai kemudian menemukan kota Luwuk, Banggai di Sulawesi Tengah ini.
         Tentu saja saya senang dan tertarik, apalagi ketika saya terus membuka situs khusus tentang kota Luwuk sekarang, baik dari penelusuran berita maupun gambar2nya. Ternyata banyak sekali blog yang ditulis menceritakan kota Luwuk ini. 
          Meski sudah lama sekali saya tinggalkan. Tapi bagi saya kota  nun jauh di pesisir pantai timur Sulawesi Tengah ini selalu diingat. Bila tak salah sekitar tahun 1982. Saya pergi sendiri ke kota Luwuk . Inilah pengalaman perjalanan saya yang masih sempat teringat. di kota Luwuk. 
         Siang itu, kapal kecil jenis Cessna CN 212 yang membawa  penumpang sekitar 10-16 orang itu dan membawa saya dari Makassar mendarat di lapangan udara Bubung (masih bandara peritis waktu itu). Ketika saya turun dari pesawat, saya  coba memutar tubuh ke segala arah. Pemandangan  amat mengesankan. Bandara Bubung yang berada di ketinggian di bawah ngarai,  dari sana bisa di lihat pemandangan indah. di bawah sana ...............
         Disana lautan yang luas airnya membiru dengan   ombaknya  yang putih di terpa sinar matahari berkejaran tenang se-olah susul menyusul menerpa pantai serta bukit hijau di sebelah atasnya. Lalu pohon-pohon nyiur bertebaran dimana-mana.
        Di bandara saya di jemput Pak Charles dengan mobil kijangnya. Ternyata dari bandara ke pusat kota Luwuk agak cukup jauh. Tapi bagi saya terasa tak jenuh, karena jalan yang  cukup bagus walau belum jamannya hot-mix2kan serta berada di pinggir laut dimana saya bisa melihat luasnya air yang biru   bersama debur ombaknya yang mengalun , lalu sepanjang pinggir jalan berjajar pohon nyiur yang  melambai-lambai karena desiran angin laut yang terus mendesir. sungguh  kebesaran alam ciptaanmu ya Allah .................. teramat Indah. 
         Entah berapa menit di tempuh. Akhirnya sampai juga ke pusat kota Luwuk. Meski belum seramai seperti sekarang, namun kota Luwuk 30 tahun yang lalu telah cukup ramai pula banyak kendaraan mobil dan motor. Dulu lagi zamannya motor Trail Yamaha Enduro. Honda GL.125. juga  ada yang naik Vespa kecil. Kalau mobil Toyota Kijang yang model kotak bak terbuka itu. Tapi ada juga yang pake sedan serta Nissan Patrol serta Jeep C7 lho.

         Di dalam kota banyak kantoran pemerintahan, Bank BBD, BRI, BNI juga ada ,kantornya gede lagi. Pasar centralnya ramai, Ada satu Klabnya juga agak jauh dari pusat kota , tempat remaja berdisco-ria dan saya pun sempat ikut jojing juga disana he he he,  cuma jojing kok!   
        Lalu pelabuhan lautnya meski kecil, rame orang menaikan dan menurunkan barang dari kapal laut yang datang dari Makassar atau Surabaya. Cuma menurunkan barangnya masih harus agak jauh dari pantai. Malah Saya pun sempat ikut ke laut satu kali untuk menurunkan barang-barang  yang dikirim dari Makassar dari kapal kayu yang hiiiiy ckckck besarnya. Semula pikir saya sih kalau kapal dari kayu mah kecil-kecil saja..
         Dataran  Kota Luwuk  berada di pinggir pantai di bawah kaki bukit  yang landai( ini cuma pendapat saya mohon maaf bila salah) Di kota Luwuk rumah-rumah dan jalan-jalan banyak yang letaknya diatas, sebagian pula ada dibawah sejajar dengan pantai. Bila kita berada diatas melihat ke bawah pemandangan cantik sekali. Karena letak geografisnya yang demikian itu, sewaktu saya disana sih nggak ada tuh yang namanya becak. Entahlah sekarang?
      Penduduknya ramah,.banyak yang bekerja mencari ikan, pengusaha kopra juga berdagang, Sementara pemudanya banyak yang meneruskan kuliah di Makassar. Kalo kesenian penduduknya banyak yang memainkan rebana.  
         Daerah-daerah sekelilingnya yang saya masih ingat dan pernah saya datangi juga adalah : Nambo (nama daerah ini ada juga di kampung saya) dulu banyak duren gede-gede buah dan isinya, terus Batui, Malili, Bunta, Pagimana (kalau tidak salah ke daerah ini ada masuk melewati jembatan yang kokoh terbuat dari kayu). dan waktu itu di daerah Bunta, Malili dan Batui banyak baru di bangun rumah-rumah transmigran dari P. Jawa dan Bali.
        Tempat rekreasi favorite penduduk kota Luwuk terutama  bagi kaum remaja nya di akhir pekan ada dua tempat yakni yang satu letaknya kalau dari pusat kota, yang tinggal diatas harus turun kearah luar kota, penduduk disana menyebutnya KILO LIMA ( mungkin jauhnya 5km? entahlah)  disini tempat berenang di pantai air lautnya yang jernih dan tidak berombak  juga banyak pohon nyiurnya. Lalu yang ke dua yaitu KILO TIGA  (maaf jika salah menyebut tiga atau empatnya) letaknya dari kota Luwuk naik keatas. Disana banyak penduduk berkebun jagung (orang sana menyebutnya milu) sepanjang pinggir jalan mobil lalu jagungnya di jual di saung-saung pinggir jalan (bila di Jawa Barat sini, di Lembang). Biasanya kalau malam minggu remaja putra-putri naik motor rame-rame pergi kesana makan milu (jagung) bakar., asyik deh.
          Bahasa penduduk kota Luwuk Bahasa Indonesia sih cuma logatnya mirip orang Menado ya ( padahal saya juga belum sempat pergi kesana hehehe) Saya suka mendengar saja orang disana berkata: ngana (kamu),  bariki (berlari), balekos/lekos (bohong), hoyot (tidur) dan banyak lagi saya lupa.
          Taraf kehidupan di kota Luwuk dulu, kayaknya  banyak yang cukup sejahtera ya. Ketika saya ke sana di tahun 1982. Tontonan/hiburan penduduk di Luwuk selain Film di Gedung Bioskop. Dirumahnya mereka sudah banyak yang pake parabola yang gede-gede itu , juga perangkat Video generasi pertama yang pake kaset gede-gede pula model BETAMAX-Sony , TVnya juga banyak yang telah berwarna. Maklum waktu itu di Luwuk belum ada siaran TVRI apalagi siaran studio swasta seperti sekarang (RCTI saja tahun 1990-an.) Pas saya kesana baru selesai di buat tower-rilainya TVRI serta sebuah bangunan saja.
        Yang unik lagi bagi saya  kalau anak muda di Jakarta atau di Jawa Barat (lembur/kampung saya hihihi) kemana mana banyak pemuda yang suka merokok, menghisap rokok gudang garam filter / garfit orang Jawa Barat bilang. Dikota Luwuk yang ngetrend adalah rokok Bentul Filter merah dikalangan pemudanya, saya sulit sekali menemui rokok Garpit di sana kala itu. entahlah kini......................
        Karena waktu saya tinggal di Luwuk tinggal di rumah Ibu Husni Amir keluarga besar Tuan Raja di Jl. Pangeran Hidayat, beruntung saya suka diajak kemana-mana oleh saudara-saudaranya seperti ke daerah-daerah di luar kota Luwuk yang saya sebutkan tadi.jadi cukup banyak pengalaman yang saya dapatkan, walaupun saya tidak begitu lama tinggal disana.  
        Saya sempat juga datang ke Pulau Peleng. Dari Luwuk berangkat malam  menggunakan kapal landing ( jenis kapal yang biasa digunakan membawa atau menurunkan tentara dan bawaannya semacam kendaraan lapis-baja (Tank) , ini seperti yang saya lihat di film2 perang barat hehehe). Waktu itu pun lending yang saya tumpangi membawa sebuah Bouldoser gede dan sebuah Jeep C7 yang tanpa kap itu). 
         Route pelayaran Luwuk ke Luk Sagu di Pulau Peleng ( Lihat peta Sulawesi Tengah aja kalau belum tahu hihihi) berangkat malam sekitar jam 20.00 dan tiba di P.Peleng sekitar jam 08.00 pagi
         Perjalanan malam mungkin untuk menghindari adanya ombak atau sengaja untuk datang pagi entahlah. Tapi perjalanan malam di laut asyik juga, terasa tenang yang terdengar hanya suara mesin kapal serta derai air laut yang diterjang lajunya kapal, lalu makan pagi diatas kapal kecil (bila disandingkan dengan kapal Kerinci atau Ceremai) di tengah lautan luas yang  membiru airnya dengan teman nasi ikan bakar hasil tangkapan kru kapal woow nikmatnya.
       Sebelum kapal merapat di Luk Sagu. saya  juga menyaksikan diair laut banyak ikan-ikan kecil   yang terus berloncatan kedepannya dengan jarak 1 meter seolah kegirangan dengan  datangnya sinar pagi yang masih hangat dan saya bagai disambut oleh keindahan itu. Lagi-lagi saya memuji kebesaran Allah SWT.
       Sampai di Luk Sagu kapal menurunkan semua barang bawaannya. Saya pun bersama Bapak Hideo Amir  dan ko Hin melanjutkan perjalanan di Pulau Peleng yang bagi saya sebuah touring yang sengguh berkesan. Kami berempat waktu itu (bila tak salah), menaiki Jeep C7 menempuh jalan yang semuanya tanah. 
        Pertama dari Luk Sagu kami memasuki jalan di dalam hutan P. Peleng  yang sunyi sepi jalannya  naik turunnya tajam sekali serta di kiri-kanan di tumbuhi pohon-pohon tinggi besar,. beberapa kali kami bertemu kendaraan truk tronton yang besar dan panjang membawa  kayu-kayu hasil tebangan perusahaan
        Selanjutnya kendaraan melaju  banyak berada di suasana pinggir pantai, maklum pada waktu itu kebanyakan masyarakat P.Peleng masih tinggal di pinggir pantai sebagai nelayan. 
       Berada di atas mobil C7  kap terbuka yang sedang melaju di jalanan tanah tapi tak berdebu, di pinggir pantai lautan  yang luas, lalu di pinggirnya banyak pohon nyiur melambai terhembus angin, serta mendendangkan laguu keroncong “dibawah sinar bulan purnama” (ini sih kesukaan nya Bapak Hideo hehehe) sungguh terasa indah, Kami sempat pula mampir di daerah sekita Tanjung Pemali dan sempat di suguhi makan dengan telur penyu oleh seorang warganya. 
         Yang membuat saya senang di Pulau Peleng kala itu, selain hutannya yang alami sunyi dan sepi, sepanjang pantainya yang indah, juga ya ampuuun banyak sekali buah durian nya (ini  kesukaan saya). Buah duriannnya sih kecil-kecil bila dibanding buah duriannya yang saya dapat di daerah Nambo, tapi enak juga. 
          Orang di P. Peleng mengambil durian  dari dalam hutan. Harganya pun sungguh pantastis sebuahnya cuma Rp.25,- padahal di P. Jawa mungkin Rp.300 s/d Rp.500,- (tahun 1982an). Saya sampai berpikir andai saja P. Peleng berjarak puluhan kilo meter saja dari kampung saya. Saya mau beli tuh sekapal deh mau jualan durian saja di kampung. hehehe.
          Setelah dua hari di P.Peleng kapal membawa saya dan rombongan menuju ke Kolonedale lalu ke daerah Rata yang  waktu itu masih banyak hutan, nginap satu hari dan besoknya pulang kembali ke kota Luwuk. 
           Kembali mengenai kota Luwuk. Bagi saya kota Luwuk itu dari dulu terlebih sekarang, ibarat gadis remaja: geulis (cantik) mempesona dan tak mau diam energik ( kegiatan orang-orangnya)
      Tempo hari di tahun 1995 sepulang saya perjalanan dari Kendari ke Jakarta lewat Makassar. Dari Makassar saya naik kapal Kerinci. Dalam perjalanan dari Makassar ke Surabaya di atas kapal saya sempat bertemu dengan dua pemuda mahasiswa yang mau ke Surabaya dan bertanya tentang kota Luwuk. Tanpa basa basi keduanya menjawab  Bahwa kota Luwuk itu cantik!  "Kota Luwuk seperti Hongkong" katanya lagi bersemangat sekali.
         Lalu ketika saya melihat foto-foto kota Luwuk terutama pada malam hari.beberapa hari  yang lalu , saya sedikit terkejut melihat kota Luwuk yang semakin maju. dan saya tersenyum : Ternyata apa yang di katakan dua pemuda diatas kapal itu benar. Mereka pantas bangga dengan kotanya yang mirip kota Hongkong. Selamat deh buat orang-orang Luwuk mempunyai kota yang mirip Hongkong. Ya Hongkongnya Pulau Sulawesi.
          Bagi yang belum kesana. Ya, sekali-kali coba dong berkunjung kesana ................nikmati keindahan kota Luwuk di waktu malam, lalu alamnya dan keramahan penduduknya.
          Itulah secuil dari pengalaman saya selama tinggal di kota Luwuk  - Sulawesi Tengah. Mohon maaf sebelumnya khususnya pada warga Luwuk, apabila dalam tulisan ini, ada salah  kata dalam penyebutan tempat, jarak, atau yang disebutkan kini telah berubah atau hilang dan sebagainya. 



___________________




       
         
    
Iip Sulaepin (asep)0 komentar